Perubahan Diri Seperti apa yang Anda Ingin Dapatkan Setelah Membaca Buku? Temukan, Perubahan Diri yang Dicapai oleh Seorang Alumni Bacakilat Asal Manado Setelah Membacakilat Lebih Dari 100 Buku

Djonny Pabisa yang mengkuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 205 bulan April 2018 di Manado

Saya Djonny Pabisa. Saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil di bidang pendidikan. Di awal pengangkatan saya sebagai pengembang model, terus berkembang dan sekarang saya menjadi dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, IPDN di Manado.

Selain mengajar kesibukan saat ini juga masih melekat tugas-tugas struktural yang sebelumnya saya emban yang saat ini belum ada pejabat pengganti. Selain itu saya juga sebagai konsultan pendidikan terutama untuk pengembangan metode dan juga aktif di organisasi kemasyarakatan. Fungsi utama saya sering kali memberikan arahan atau pengajaran kepada anggota-anggota organisasi kemasyarakatan.

Saya mengikuti workshop Bacakilat tanggal 28 April 2018 batch 205 dan yang menjadi narasumber pak Ricky Wijaya.

Ternyata setelah saya mengenal Bacakilat akhirnya saya sadar kalau saya ini adalah kolektor buku. Banyak buku yang saya beli tapi tidak ada satupun buku itu saya baca habis bahkan sampai tanggal 27 April 2018.

Walaupun sudah banyak materi yang diberikan oleh Bacakilat saat itu tetap saja saya belum bergeming dari kebiasaan lama di mana saya telah menjadi peserta seminar dan workshop Bacakilat. Jadi biasanya baca buku hanya sesuai kebutuhan saja.

Akhirnya saya sadari ternyata banyak ide-ide yang jauh lebih bagus yang ada di dalam buku itu yang saya tidak dapatkan karena selama ini, sebelum mengikuti workshop Bacakilat yang saya cari adalah informasi yang relevan dengan kebutuhan saya.

Kesibukan adalah alasan utama saya tidak bisa menuntaskan buku yang telah saya baca. Pemahaman saya akan membaca tidaklah harus selesai. Jadi, hanya didasarkan pada kebutuhan semata tapi, kebutuhan itu sangat berbeda dengan substansi dari Bacakilat.

Kalau Bacakilat kita menentukan apa yang kita inginkan. Ada what dan why yang harus ditetapkan di awal. Yang unik dari Bacakilat adalah, meskipun saya sudah mendapatkan jawaban dari apa yang saya butuhkan tapi saya bisa menjelaskan semua isi buku yang telah saya baca. Bahkan setelah saya menyelesaikan satu buku pasti langsung tersedia bahan ajarnya untuk saya ajarkan ke mahasiswa saya.

Jadi saya tidak sekedar hanya membuat mind mapping saja tapi langsung membuat sebagai bahan ajar dan siap untuk diajarkan. Itu bedanya. Kalau sebelumnya informasi itu hanya sebagai referensi saja.

Meskipun begitu, buku-buku yang saya baca bukanlah semuanya buku yang akan diajarkan ke mahasiswa saya. Bahkan dengan Bacakilat saya merasa bidang saya ini semakin banyak hybridnya (menguasai bidang baru, ed). Banyak hal yang kemudian membuka wawasan saya. Saya sadar bahwa ini pun saya bisa sebenarnya. Ini semua karena Bacakilat.

Maksud saya “Ini pun saya bisa” adalah, saya kan orang metode yang selama ini hanya berpikir dan menggeluti pengembangan metode belajar. Tapi ternyata saya menemukan bahwa saya adalah seorang motivator.

Ketika bercerita, saya selalu mengajak orang lain untuk tidak menghabiskan energi pada sesuatu yang tidak berguna. Baru-baru saja saya dikunjungi oleh mahasiswa kami dari IPDN untuk melihat nilai.

Kemudian pesan yang saya sampaikan ke mereka adalah, “Jangan pernah melupakan kata BERHASIL. Sekalipun Anda mengatakan, “Wah ini masalah” tapi selalulah lanjutkan dengan kalimat, “Betul ini masalah tapi target saya adalah berhasil.”

Ternyata saya juga orang yang kritis. Menempatkan diri sebagai seorang kritis yang benar seperti apa, itu saya temukan juga dari Bacakilat. Menjadi seorang yang berguna dari kekritisan, itu juga saya temukan di Bacakilat.

Banyak hal baru yang saya dapatkan dari Bacakilat. Saya bisa diskusi di bidang apa saja, pengembangan diri, manajemen dan masih banyak lagi. Bacakilat luar biasa.

Bacakilat benar-benar bisa mengeksplor kemampuan saya yang selama ini saya rasa tidak mungkin bagi saya. Ternyata Bacakilat juga membantu saya untuk menemukan sesungguhnya apa yang Tuhan sudah berikan kepada saya. Menjadi makhluk yang melebihi dari makhluk lain.

Pertama kali saya tahu tentang Bacakilat, saya yakin bahwa Bacakilat adalah solusi atas masalah membaca yang selama ini saya alami. Itu yang membuat saya mengambil keputusan pada saat selesai seminar untuk mengikuti workshop di hari itu juga.

Sebenarnya Bacakilat sudah saya kenal sekitar 2 tahun sebelumnya dari informasi-informasi yang ada lewat facebook. Saya sudah baca dan pelajari.

Karena saat itu belum tahu dan tidak mau bertanya juga, masih faktor gengsilah hahaha … “Masak harus pergi belajar membaca lagi? Pergi latihan membaca lagi? Bukannya selama ini sudah tahu membaca”.

Gengsinya juga, teman-teman tahu bahwa saya adalah seorang kutu buku. Mungkin karena mereka melihat buku-buku saya dan di atas meja selalu ada buku bacaan. Tapi saya bukanlah pembaca buku yang konsisten.

Terlanjur teman-teman menilai saya sebagai kutu buku, masalahnya. Padahal mereka keliru. Hanya melihat banyak buku di lemari dan sering ada buku bertebaran di atas meja kerja saya dan mereka menyatakan kalau saya kutu buku.

Kalau saya kemudian mau pergi latihan membaca lagi, itu, ahhh malu-maluin gitu hahaha

Tapi akhirnya saya harus mengambil keputusan di tanggal 14 April pada saat seminar. Jadi gara-gara gengsi saya harus menunggu 2 tahun untuk mempelajari Bacakilat hahaha …

Dan ini ada kejadian unik pak, setelah selesai pelatihan Bacakilat. Tanggal 29 April 2018, saya langsung melihat semua buku saya di lemari dan hati saya sedih sekali dan saya berdialog (berbicara langsung, ed) ke buku saya dan saya katakan, “Bukuku, besok kau akan saya baca. Semua buku yang ada dilemari ini akan habis saya baca”.

Saya beruntung ketika saya selesai membaca, akhirnya saya mendapat pemahaman bahwa “Dengan saya membaca, saya menambah teman saya. Setiap saya membaca satu buku, minimal satu teman saya bertambah. Dan teman saya itu adalah teman yang mau berkorban untuk saya dan tidak pernah menuntut apapun kepada saya kalau saya berhasil. Siapa teman saya itu?”

Si penulis buku.

Walaupun dia tidak mengenal saya tapi dia adalah teman saya karena telah berkorban memberikan ide, gagasannya kepada saya. Ketika saya berhasil mempraktekkan idenya, saya mendapat untung dari situ. Dia tidak pernah menagih apapun kepada saya. Yang saya tahu hanya teman sejati yang seperti itu

Jadi dari bulan April sampai sekarang (wawancara dilakukan tanggal 7 Agustus 2018, ed) saya sudah tuntaskan hampir sekitar 100 buku.

Pada saat workshop ada 2 buku. Masa panik (masa kritis untuk menguasai sebuah skill baru, ed) 10 buku dalam 6 hari. Rencana saya untuk 100 buku dalam 10 minggu sedikit bergeser (tidak sesuai target, ed) tapi, saya tidak kecewa karena target saya ini jelas, 100 buku pasti akan terselesaikan.

Per hari ini (tanggal 7 Agustus 2018, ed) tinggal 3 buku untuk mencapai angka 100. Di luar jurnal, 2 buku saat workshop, 10 buku di masa panik dan di luar referensi-referensi lain yang harus saya baca.

Kalau melihat hasil ini, ini satu pencapian yang sangat luar biasa. Kalau dulu saya tidak pernah menuntaskan satu buku pun. Bahkan kalau membuat bahan ajar hanyalah gabungan-gabungan dari beberapa referensi tapi saya tidak pernah membaca sampai habis.

Bahkan ada satu keterampilan yang saya kembangkan dari teknik Bacakilat. Mungkin karena dasarnya sebagai seorang metode, jadi saya banyak bereksperimen. Ketika saya bercerita dengan teman-teman, saya menganggap bahan cerita itu adalah buku. Makanya sering kali saya membuatkan mind mapnya dari hasil cerita.

Lalu kebiasaan lain yang saya bangun, misalnya kalau rapat di kantor, apa yang terjadi di ruang rapat dan apa yang dibicarakan, saya seringkali membuat mind mapnya.

Dan kalau berbicara dengan orang lain, saya bisa memiliki banyak topik pembicaraan karena ide-ide yang saya dapatkan dari buku-buku yang telah saya Bacakilat.

Ada banyak manfaat positif yang saya rasakan dalam kehidupan saya. Pertama, saya menemukan siapa Djonny Pabisa yang sesungguhnya yang diciptakan oleh Maha Kuasa.

Yang kedua, buku-buku yang telah dibacakilat semakin mendorong saya untuk lebih berkomitmen menjadi lebih berguna bagi masyarakat dan negara.

Yang ketiga, saya sadar bahwa Djonny Pabisa ini cerdas juga ya haha. Maaf ya, bukan bermaksud sombong, tapi inilah yang saya rasakan. Saya semakin mudah mendapatkan banyak sesuatu yang berguna. Lebih mudah rezekinya.

Rezeki ini bisa dalam bentuk kemudahan, dalam bentuk natura, dalam bentuk materi, dalam bentuk informasi, dalam bentuk alat, banyak sekali yang saya dapatkan dan tidak pernah saya pikirkan itu akan saya dapatkan. Sesuatu yang dulu hanya angan-angan ternyata sudah menjadi realistis dan itu sudah ada di rumah saya sekarang.

Walaupun ada rezeki sebelumnya, untuk mendapatkannya harus dengan kerja keras. Kalau sekarang saya bisa melakukannya dengan kerja yang lebih ringan. Dan ada yang unik sebenarnya, ketika saya berpikir bahwa saya akan mendapatkan sesuatu, sering kali tidak terlalu lama saya mendapatkannya.

Contoh yang praktis, ketika teman-teman di Pakucing di Kalimantan sana, ini tidak ada kaitanya dengan pekerjaan ya, ini adalah masalah personal. Mereka menyatakan pergumulan mereka, “Pak kami kekurangan ini, kekurangan itu. Kira-kira bisa bantu kami?” Dan saya percaya ini adalah pekerjaan dari pikiran bawah sadar yang sudah mengalir ke pikiran sadar, ada pemicu dan akhirnya terjadi.

Karena mereka, misalnya butuh uang 5 juta, ini contoh saja ya. Hanya satu seperempat hari dana itu terkumpul dan itu luar biasa sekali. Saya percaya itu adalah akumulasi dari apa yang sudah dikerjakan sebelumnya. Banyak ide-ide luar biasa yang membuat saya lebih berani dalam bertindak.

Dari sekian banyak manfaat yang saya dapatkan dari Bacakilat, perubahan yang paling mencolok yang saya rasakan adalah perubahan cara berpikir, cara bersikap, menjadikan orang lain sebagai berkah, rezeki buat kita. Menjadi berguna untuk sesama.

Contoh yang di Pakucing yang sama sekali tidak saya kenal, apa pergumulan mereka tapi ketika mereka sampaikan, lalu saya tergerak untuk mengumpulkan dana yang mereka butuhkan dan dalam waktu satu seperempat hari dana yang mereka butuhkan untuk keperluan geraja telah saya kumpulkan.

Saya percaya bahwa ini juga karena Bacakilat yang mana saya telah membaca banyak buku. Karena selama ini tidak ada pengalaman seperti ini.

Ada satu lagi, dulu kalau saya cerita senyumnya sedikit, sekarang kok kebanyakan senyumnya hahaha

Iya ini karena membaca juga. Ternyata senyum itu bisa menjadi berkah juga untuk kita. Kalau dulu saya orangnya sangat serius sekali. Bahkan sering kali saya dinilai sebagai orang yang kalau memberikan sesuatu atau arahan, selalu menempatkan orang itu di posisi yang genting.

Tetapi sekarang mereka lebih enjoy. Karena itu teman-teman atau mahasiswa saya justru lebih termotivasi dan mereka selalu mendapatkan sesuatu hal positif setelah selesai berbicara dengan saya.

Dalam keseharian, teman-teman ada yang melihat saya mempraktekkan Bacakilat dalam proses membaca saya. Mereka minta diajarkan juga hahaha. Mereka minta, “Ayo dong, bagi”. Kalau saya membagi ke mereka kan bukan dalam bentuk workshop. Paling tidak model pembelajaran yang sudah saya kembangkan, yaitu model pembelajaran berbasis MTK, Materi Tujuan dan Kegunaan.

Ada lho model belajar yang saya dapatkan sekarang dari Bacakilat? Yaitu model MTK. Saya juga menerapkan kepada mahasiswa/i saya di sini. Saya katakan kepada mereka, “Kalau kita hanya berorientasi kepada materi, maka kita itu hanya belajar lantai dasar saja. Kita tidak akan pernah menaiki tangga. Tapi dengan model MTK ini, kalian akan belajar sambil naik tangga dan capai puncak tangga itu”.

Jadi Bacakilat itu memberikan kontribusi luar biasa buat saya karena ada metode belajar yang saya temukan dan berbagai manfaat lain yang telah saya sampaikan tadi.

Bagi teman-teman yang ingin menjalani hidup yang lebih baik, ingin mengubah cara berpikir dan rezeki Anda, maka ambil keputusan untuk investasi hidup. Baik untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk anak cucu. Saya selalu menggunakan kata investasi. Bahwa ikut Bacakilat adalah investasi.

Hasilnya akan terlihat setelah Anda menerapkan Bacakilat. Akan banyak hal-hal yang tak terguda yang akan terjadi dalam kehidupan Anda. Jika Anda tidak mau berinvestasi maka hidup Anda akan sama seperti yang kemarin karena cara berpikir dan pemahaman kita sama saja, tidak ada yang berubah.

>