Bagaimana Kesibukan yang Tinggi tidak Menghentikan Seorang Alumni Bacakilat untuk Membacakilat 2-3 Buku setiap Hari?

Ibu Endang yang mengkuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 195 bulan Februari 2018 di Medan

Saya Endang. Saya seorang konsultan pajak. Kesibukan saat ini sedang mengembangkan perusahaan pribadi yang berfokus pada perpajakan. Saya mengikuti Bacakilat batch 195 bulan Februari 2018 di kota Medan.

Saya memang suka membaca buku. Tapi, karena kesibukan, buku yang saya ingin baca tidak habis-habis. Jadi saya lebih sering membeli buku. Koleksi buku bertambah tapi bukunya masih terbungkus plastik karena tidak punya waktu baca.

Karena kesukaan saya membaca buku. Saya  berpikir, “Bagaimana saya bisa menyelesaikan buku-buku di rumah dan saya memahami semua isi buku tersebut?” Otomatis apapun yang saya inginkan nantinya dalam hidup saya, buku itu sudah bisa memberikan informasi yang saya butuhkan dan saya tinggal mengaplikasikannya dalam hidup saya.

Seperti profesi saya sendiri menuntut saya untuk terus membaca, membaca peraturan pajak, membaca tentang perkembangan perekonomian sekarang. Sebenarnya saya dituntut untuk membaca. Tapi karena kesibukan jadinya saya tidak bisa menuntaskan buku yang saya ingin baca.

Sebelum mengenal Bacakilat, pernah satu buku bisa selesai sekitar 2-3 bulan. Ada juga sampai tidak pernah selesai. Kebanyakan saya baca setengah buku, tergiur dengan buku yang baru lalu saya meninggalkan buku lama yang telah saya baca sebelumnya. Jadi saya tidak konsisten sehingga saya jadi malas karena kesibukan kerjaan saya.

Setelah mengenal Bacakilat cara membaca saya jauh lebih efektif. Bukan hanya satu buku, kalau saya punya waktu dalam sehari saya bisa menyelesaikan sampai 3 buku. Sekarang, saya minimal ada bacakilat 2-3 buku per hari.

Meskipun begitu tidak semua buku yang telah saya bacakilat saya buatkan mind mappingnya. Ada buku yang setelah saya bacakilat, saya hanya baca-baca sekilas. Saya sudah paham isi bukunya.

Kalau buku dengan mind mapping, sampai sekarang sudah ada 30 buku (wawancara tanggal 18 Juli 2018, ed). Kalau hanya bacakilat buku, saya rasa sudah sampai 100 buku. Kalau buku yang bener-benar saya buat mind mappingnya ada 30. Karena buku itu benar-benar saya butuhkan.

Dan hidup saya memang berubah banyak. Maksudnya, apa yang saya cita-citakan banyak yang tercapai. Misalnya dalam perusahaan. Bagaimana saya memanage perusahaan saya, mendelegasikan pekerjaan ke tim. Sekarang saya mendapatkan banyak ide kreatif untuk mewujudkannya. Katakan saya ingin memiliki tim-tim solid yang mendukung saya. Akhirnya tujuan itu bisa saya wujudkan satu persatu.

Impian saya ingin menjadi motivator juga sudah terpenuhi. Di dalam perusahaan saya juga ditawari setiap sabtu memberikan sejenis training untuk karyawan agar bisa terus membagikan hal-hal yang positif.

Perusahaan yang saya maksudkan di sini adalah perusahaan teman-teman yang ada satu tim dengan saya. Kami tergabung dari perusahaan yang tidak sejinis tapi saling terkait.

Jadi setiap perusahaan punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Jadi setelah kami pikirkan  bagaimana cara meningkatkan produktivitas karyawan kami putuskan untuk memberikan training tambahan. Jadi setiap sabtu kami buat seminar motivasi dan akhirnya kami bentuk kegiatan sejenis inhouse training di perusahaan kami yang selama ini belum pernah kami lakukan.

Selain itu, saat ini saya ada ikut latihan menjadi seorang penceramah. Jadi seorang penceramah seyogianya harus memiliki banyak pengetahuan tentang darma-darma. Dengan Bacakilat saya menjadi lebih percaya diri.

Dalam beberapa kali latihan saya menjadi lebih lancar dalam memberikan presentasi ceramah. Sebelumnya saya tidak terlalu percaya diri. Kini saya lebih percaya diri. Sebelum tampil saya bacakilat materi yang saya ingin bagikan dan saat latihan ceramah saya jadi lebih lancar.

Setelah pelatihan Bacakilat, ada satu pengalaman menarik, dari sekolah anak saya, saya tiba-tiba dipanggil untuk family school yang mana si ibu harus mendampingi si anak. Waktunya semuanya satu hari di mana kami harus menghafalkan satu judul lagu.

Nah kita berdua tidak hafal. Ya udah, kita pakai teknik mind mapping. Kita denger lagunya kemudian kita mind mapping dengan menuliskan kata kunci dari lagu itu. Menghafal lagunya menjadi lebih cepat.

Jadi, besok saat tampil kami sudah hafal lagunya. Padahal kalau diminta hafal, aduhhh berapa lama bisa hafal lagunya?

Jadi saya mengajak anak saya yang mau masuk usia 7 tahun membuat mind mapping bersama dari lagu yang harus dihafalkan. “Ohh judul lagunya apa. Kemudian kita buat cabang dan memasukkan kata kunci dari setiap bait dan ditambah dengan gambar”. Jadinya hafalnya cepet.

Itu gara-gara kepepet. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Lagunya saya catat di sebuah kertas. Kemudian saya bacakilat sebentar. Habis itu kita mind mapping. Pokoknya saya ikut langkah-langkah Bacakilat.

Dengan Bacakilat, sekarang saya menjadi sangat antusias. Di dalam mobil harus ada buku. Mobil saya sudah menjadi perpustakaan berjalan. Di mana kalau saat macet saya tidak menghabiskan waktu sia-sia. Jadi saya bisa bacakilat di atas mobil. Di kantor saya tinggal aktivasi lalu buat mind mapnya. Jadi waktu untuk menunggu orang atau terjebak macet, saya gunakan untuk bacakilat.

Sekarang, setiap hari saya menuntut diri saya sendiri untuk bangun lebih cepat. Sebelum berangkat bekerja saya melakukan tinjauan awal kemudian saya bacakilat. Kalau tidak sempat bacakilat saya lakukan di mobil dalam perjalanan ke kantor.

Sampai di kantor saya baru lakukan aktivasi dan mind mapping. Saat mau tidur, saya tetap bacakilat. Pagi, siang jam istirahat dan sebelum tidur saya tetap baca buku.

Sekarang dengan banyak membaca buku, saya sudah semakin bisa memanage waktu saya. Kapan waktu untuk bekerja, kapan waktu bersama keluarga, kapan saatnya saya harus ke vihara untuk ritual. Itu semua sudah termanage secara otomatis.

Sekarang muncul kebiasaan-kebiasaan baru. Dalam beberapa hal saya menjadi lebih disiplin, lebih bisa bermusyawarah dengan keluarga. Apa yang saya baca di buku, tanpa sadar terwujudkan dengan sendirinya.

Ketika saya melakukan bacakilat di kantor, teman-teman sering berkata, “Kamu iseng ya? Koq bolak balik buku?” mendengar itu, saya hanya senyum-senyum saja. Saya bilang, “Saya lagi baca buku dengan bacakilat”. Mereka penasaran dan saya ajak mereka ke seminar.

Kalau dulu mereka iseng, sekarang mereka sudah terbiasa melihat saya. Karena tiap hari saya bolak balik buku di kantor. Kalau dulu, sampai kantor saya langsung kerja. Sekarang tidak. Sebelum mulai kerja, saya wajib baca buku dan mind mapping dulu.

Saya sangat bersyukur sekali mendapatkan ilmu dari Bacakilat. Dengan mempelajari bacakilat, saya jadi lebih mudah mendapatkan apa yang saya butuhkan di buku. Bukan hanya itu, saya juga memahami isi buku dengan pemahaman tinggi. Bahkan saat berinteraksi, negosiasi dan presentasi, banyak ide yang muncul untuk saya sampaikan.

Bagi teman-teman yang belum mengikuti seminar Bacakilat, saya sangat merekomendasikannya bagi mereka ingin mempelajari Bacakilat. Saya pribadi mengalami banyak perubahan lewat Bacakilat. Tanpa ide kita akan sangat kesulitan mengimprovisasi diri dan pekerjaan kita. Karena itulah kita perlu membaca buku.

Kalau hanya mengandalkan baca biasa maka hasilnya pasti akan berbeda dengan menggunakan Bacakilat. Kalau berbicara bukti, saya adalah bukti dari penerapan Bacakilat. Jadi, jika Anda ingin mendapatkan manfaat besar dari buku yang Anda telah beli, maka Bacakilat pasti akan sangat membantu Anda.

>