“Sekarang saya belajarnya lebih cepat … ”, Simak bagaimana pengalaman seorang alumni bacakilat bisa mempercepat ia mempelajari hal baru dari buku.

Budiyatno Fong yang mengkuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 139 bulan Februari 2017 di Balikpapan

Saya Budiyatno Fong. Kesibukan saya saat ini sedang menjalankan usaha toko dan sedang belajar trading forex untuk menambah pengetahuan dan skill di trading. Saya mengikuti Bacakilat di batch 139 tahun 2017 di Februari dan yang mengajar saat itu pak Ery dan pak Ricky.

Saya suka membaca. Sebelum mengenal Bacakilat saya hanya tahu sistem baca yang kata per kata. Untuk menyelesaikan satu buku itu sangat lama dan isinya-pun saya tidak langsung paham. Agar bisa paham saya bisa baca sampai berkali-kali dan itu sangat menyita waktu.

Memang saya pernah belajar baca cepat namun saya masih belum bisa menguasainya. Mungkin karena belajarnya dari buku, jadi saya masih belum mengerti cara melakukan baca cepat dengan benar.

Setelah mempelajari Bacakilat, menurut saya, Bacakilat lebih efektif karena pikiran bawah sadar juga ikut diberdayakan dalam proses baca. Karena ada bottom up, informasi yang berasal dari bawah sadar yang dikirim ke pikiran sadar saat membaca.

Dibandingkan dengan baca cepat yang hanya memanfaatkan pikiran sadar. Terkadang apa yang telah dibaca tetap tidak saya mengerti. Jadinya saya harus baca ulang lagi agar dapat pemahaman yang jelas.

Karena kebutuhan agar bisa memahami isi buku lebih cepat dan bertahan lama maka saya putuskan belajar Bacakilat. Setelah menguasai Bacakilat cara membaca saya menjadi lebih efektif. Saya bisa capai tujuan membaca saya yang ditetapkan di awal.

Terkadang ada buku yang saya bisa baca berulang-ulang karena banyak informasi yang belum saya pahami. Kalau sudah begini, setiap kali membaca saya akan membuat tujuan berbeda dan seperti yang diharapkan, saya mendapatkan apa yang saya inginkan dari buku tersebut.

Kalau saya merasa tujuan saya belum tercapai, saya akan cek ulang tujuan yang saya buat. Kalau tujuannya terlalu banyak, saya spesifikasikan lagi. Setelah itu baca bukunya jadi lebih cepat dan tujuan baca saya bisa tercapai.

Dulu, untuk menyelesaikan satu buku dengan ketebalan 200-300 halaman bisa saya selesaikan dalam waktu saya minggu. Singkat ya? Tapi dalam sehari saya harus menyiapkan waktu sekitar 2 jaman. Kalau ditotal-total untuk menyelesaikan satu buku dibutuhkan waktu sekitar 15-20 jam. Lama juga ya hahaha …

Setelah belajar Bacakilat untuk menyelesaikan satu buku saya hanya butuh waktu lebih kurang 2 jam dan saya tetap paham akan topik yang saya baca. Sampai hari ini (interview dilakukan tanggal 16 Agustus 2018, ed) saya telah menyelesaikan lebih kurang 30 buku.

30 buku ini tidak sampai satu tahun. Saya baru mulai praktek bacakilat itu dari awal bulan Mei 2018. Karena di awal-awal saya sempat bingung. Tempo hari saya sempat vakum karena kesibukan dan tidak ada waktu baca.

Saat itu saya kontak pak Agus. Beliau minta saya untuk praktek lagi dan akan membantu saya jika ada masalah yang saya hadapi saat praktek. Saat itu saya belum melewati 20 jam masa bingung (menuntaskan 10 buku dalam waktu 30 hari, ed).

Setelah menyelesaikan masa bingung sampai sekarang saya sudah menyelesaikan 20 buku dari tantangan 100 buku kedua yang diberikan oleh pak Agus. Kalau ditotal saya sudah bacakilat 30 buku. 10 buku dari menyelesaikan masa bingung dan 20 buku dari tantangan 100 buku.

Saya merasa dengan Bacakilat saya lebih cepat belajar, mempercepat menyerap ilmu-ilmu yang saya butuhkan dari buku. Selain itu pola pikir saya juga berkembang. Berbeda saat dulu saya baca bukunya sedikit.

Selain mengefektifkan cara membaca saya, cara saya berkomunikasi dengan orang lain juga berkembang jadi lebih baik. Kalau dulu itu, saya kurang fleksibel, kaku orangnya. Misalnya saat berbicara dengan orang lain. Saya merasa agak sulit menyesuaikan diri.

Sekarang setelah bacakilat banyak buku saya merasa lebih mudah berbicara, bersikap dan menyesuaikan diri dengan orang lain.

Saya juga lebih termotivasi untuk bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan saya merasa hidup saya lebih terarah. Semua ini berkat buku-buku yang telah saya baca. Mulai dari buku-buku tentang psikologi, hipnoterapi dan komunikasi. Dan belakangan ini saya baca tentang pikiran dari buku-buku pak Adi W Gunawan dan tadi saya baru baca buku Mind Control Secrets karya William Horton.

Sejauh ini saya telah mencapai 2 gol, pertama, meditasi. Tentang tahap-tahap cara melakukan meditasi. Kalau dulu saya tidak memiliki gambaran tentang tahapan cara melakukan meditasi. Setelah saya membacakilat beberapa buku tentang meditasi, sekarang saya lebih paham melakukan meditasi.

Kalau dulu saat baca biasa saya merasa ada pemahaman yang kurang saat akan mempraktekkan meditasi. Jadi saya lebih banyak bertanya-tanya saat melakukan meditasi. “Cara saya sudah benar belum, ya? Apakah posisi duduk saya harus seperti ini, ya?”

Karena terlalu banyak bertanya meditasi saya jadi tidak fokus. Akibat pikiran yang lari entah ke mana, saya jadi malas dan berhenti bermeditasi.

Kalau sekarang, dengan kecepatan memahami isi buku, saya bisa mengetahui cara melakukan meditasi dan luar biasanya saya bisa langsung mempraktekkannya. Mulai dari posisi duduk, cara menarik nafas dan apa yang harus saya lakukan pada saat meditasi agar pikiran saya tidak lagi ke mana-mana.

Kedua mengenai tujuan hidup. Kalau dulu saya masih blank apa yang ingin saya capai. Sekarang sudah tersusun. Saya sudah tahu ke arah mana tujuan yang akan saya raih dalam 1 tahun sampai 5 tahun ke depan.

Salah satu pengalaman menarik yang saya rasakan dari Bacakilat adalah pada saat proses membaca itu sendiri. Saya bisa membaca buku sampai larut banget. Saya juga merasakan aktivasi otomatis (Ide dari buku yang sudah ada di pikiran bawah sadar sebelumnya naik ke pikiran sadar. Ini hanya terjadi setelah melakukan langkah bacakilat di mana secara sadar kita belum memahami isi buka sepenuhnya, ed) secara tiba-tiba pada saat melakukan memindai menjelajahi di mana topik yang saya dalami sudah pernah saya baca sebelumnya.

Saya mendapatkan referensi dari buku-buku terkait topik yang sama yang pernah saya baca sebelumnya. Ini membuat saya sangat termotivasi dalam menyelesaikan lembaran kertas yang belum selesai dibaca.

Selain itu, sekarang saya juga merasa lebih mudah untuk berbicara dengan orang lain. Seperti yang saya bilang tadi, kalau dulu itu saya merasa lebih kaku saat berhubungan dengan orang lain apalagi kalau diminta pidato di dalam forum. Wah, bisa repot urusannya. Kalau sekarang saya merasa lebih santai meskipun masih merasa grogi sedikit saat berbicara di depan forum.

Baru-baru ini saja saya harus berpidato di depan 600 orang untuk pelantikan perkumpulan paguyuban Guang Zhao untuk jabatan ketua paguyuban. Saya bisa berbicara dengan lebih santai, lancar dan gugupnya menjadi lebih sedikit dibandingkan dulunya. PD saya meningkat.

Melihat perubahan saya, banyak teman-teman bertanya apa yang saya lakukan. Saya sampaikan kalau saya menggunakan Bacakilat dalam proses membaca saya. Sampai mereke bertanya, “Bagaimana sih cara melakukan Bacakilat?”

Jadi saya memberikan gambaran besar bagaimana cara melakukan Bacakilat. Mulai dari membuat tujuan membaca, Bacakilat dan bagaimana membuat pikiran sadar bisa memahami isi buku yang telah dibacakilat.

Yang paling saya tekankan ke teman-teman, bagaimana pentingnya membuat tujuan membaca. Membaca buku tanpa memiliki tujuan akan membuat kita berakhir tanpa pernah menyelesaikan buku itu sendiri.

Bagi teman-teman yang ingin mengefektifkan cara membaca Anda, saya sangat merekomendasikan Bacakilat untuk menyerap informasi penting dari buku-buku yang telah Anda beli selama ini. Enaknya kalau dibacakilat kita menggunakan pikiran bawah sadar dalam proses membaca.

Memanfaatkan pikiran bawah sadar akan sangat membantu dalam membaca. Mungkin banyak orang yang belum paham akan cara kerja pikiran bawah sadar yang membuat mereka tidak mau mempelajari Bacakilat. Mereka merasa ini tidak masuk akal dan itu hal yang wajar. Saya pun dulunya seperti itu juga.

Justru dengan memanfaatkan pikiran bawah sadar proses belajar akan menjadi lebih cepat dan ini yang akan didapatkan oleh mereka yang mempelajari Bacakilat. Jadi ikuti saja prosesnya. Percaya atau tidak nanti akan dibuktikan setelah praktek.

Kalau hanya menjelaskan panjang lebar tentang manfaat Bacakilat tapi tidak mempraktekkannya juga kan sama saja. Jadi jalani prosesnya. Nanti juga akan terlihat hasilnya.

>