Menuntaskan 6 buku dalam satu hari? Kenapa tidak?

Bu Nelly yang mengkuti Workshop Bacakilat 3.0 batch 121 tahun 2017 di Jakarta

Saya Nelly. Awal karier saya di mulai dari guru mental aritmatika selama lebih kurang belasan tahun. Dari seorang guru saya merintis karier menjadi seorang trainer. Saya mentraining di bidang mental aritmatika.

Mungkin orang lebih mengenal dengan sempoa. Saya adalah salah satu master trainer di Jakarta dan hampir memegang seluruh provinsi-provinsi di Indonesia. Aritmatika ini adalah salah satu training yang bisa mengoptimalkan potensi otak anak.

Melihat sejarah Negara China, mereka sudah mengenal alat berhitung atau sempoa ini sudah sejak ribuan tahun yang lalu. Dan sampai sekarang masih tetap exis di Indonesia bahkan beberapa negara seperti di China dan Jepang.

Dari latar belakang seorang master trainer saya sempat mengikuti beberapa perlombaan tingkat dunia untuk kompetisi sempoa ini.

Setelah itu dari seorang profesional saya menjadi ibu rumah tangga dan memulai usaha bisnis sendiri dari rumah. Kemudian dari rumah saya dan suami merintis bisnis yang telah memiliki cabang di Tangerang dan Batam.

Bisnis saya lebih ke online dan kami sudah memiliki beberapa brand. Ada brand dari luar yang produknya langsung kami impor sendiri dan juga membangun brand sendiri. Produk untuk brand sendiri lebih banyak ke kosmetik, fashion dan sekarang ini sedang merambah ke bisnis percetakan kaos custom.

Saya mengikuti pelatihan Bacakilat di Jakarta angkatan 121 di tahun 2017 . Pada saat pelatihan saya bisa menghabiskan 2 buku sekaligus. Tentu saat itu saya exited banget. Biasanya hanya koleksi buku, saat itu saya bisa menyelesaikan 2 buku di pelatihan.

Dengan berjalannya waktu pak Agus ada kasih challenges tapi saya tidak lakukan. Mungkin karena saya ingin perfectionist sehingga yang terjadi adalah berusaha mencari cara sendiri dan akhirnya tidak pernah mulai praktek.

Setelah itu saya reseat kembali di angkatan 208 di bulan Mei 2018. Kali ini saya tidak mau capek-capek cari cara sendiri. Pokoknya ikuti saja sesuai dengan apa yang diajarkan. Hasilnya saya bisa konsisten baca buku setiap hari.

Saya suka membaca dan sudah menjadi habit. Biasanya sebelum tidur saya pasti baca. Kalau tidak memegang buku rasanya tidur kurang afdol. Biasanya buku menjadi teman pembawa tidur.

Hanya saja seperti kebanyakan orang, untuk menghabiskan satu buku itu rasanya lama sekali. Tidak ada batas waktu untuk bisa menyelesaikan satu buku. Satu buku bisa habis bertahun-tahun. Berbulan-bulan pasti jarang sekali. Kecuali novel, bisa selesai dalam hitungan bulan haha.

Kita tahulah kalau novel itu jenis buku yang berbeda. Kalau buku untuk pengembangan diri, motivasi atau leadership yang sejenisnya, unlimited waktulah. Tidak pernah ada waktu jelas untuk menyelesaikannya.

Masalah waktu inilah yang sangat mengganggu saya dalam menuntaskan buku. Belum lagi dengan cara baca biasa konsentrasi baca juga tidak lama. Sulit konsentrasi karena mudah terganggu oleh kondisi luar dan pikiran yang suka lari ke mana-mana saat baca buku.

Perkenalan saya dengan Bacakilat dimulai saat saya diberikan buku Bacakilat oleh suami saya, “Nih, coba kamu baca buku ini”. Ketika melihat judulnya saya langsung berpikir, “Emangnya bisa baca satu halaman satu detik? Ahh impossible. Ini hanya blow up untuk penulis agar bukunya laku”.

Setelah dibaca saya baru mengerti frame berpikir dan cara kerjanya. Saat itu saya langsung menghubungi tim Bacakilat untuk menanyakan jadwal pelatihannya. Karena kesibukan saya lupa dan pihak Bacakilat juga tidak memfollow up saya lagi.

Mungkin karena sudah jodoh, saat mendapatkan iklan Bacakilat di facebook saya teringat pernah ingin mempelajari Bacakilat. Dari situ saya hubungi kembali tim Bacakilat dan akhirnya saya ikut pelatihannya di angkatan 121.

Yang membuat saya benar-benar memutuskan untuk mempelajari Bacakilat adalah kesukaan saya akan belajar hal baru, mengetahui apapun yang membuat saya berkembang dan menjadi lebih baik.

Terutama dari buku. Saya memiliki banyak buku tapi banyak juga yang masih tersampul plastik karena tidak pernah saya sentuh setelah dibeli.

Saya juga dulu pernah belajar Speed Reading dan belajar beberapa teknik membaca lain tapi terus terang saya kurang mengerti sehingga saya tidak pernah praktekkan.

Ada satu teman yang menurut saya kecepatan bacanya sangat tinggi saat itu. Saya merasa kagum ke dia. Dia belum belajar speed reading saja bacanya sudah sangat cepat apalagi kalau sudah belajar speed reading.

Tapi setelah belajar speed reading saya juga tidak terlalu memahaminya. Jadi kecepatan membaca saya juga tidak terlalu berkembang. Saya juga tidak begitu memahami isi buku yang telah saya baca. Akhirnya saya kembali lagi ke cara membaca biasa, cara baca konvensional.

Setelah saya mengikuti reseat sampai sekarang (Wawancara dilakukan pada tanggal 23 Agustus 208, ed), saya telah bacakilat sekitar 63 buku. Di catatan saya buku 63 yang saya bacakilat dan membuat mind mappingnya saya selesaikan tanggal 21 Juli 2018.

Selama bulan Juli ke Agustus ini saya sangat sibuk. Kalau di dunia online itu ada flash sale. Itu online pasti sangat sibuk sekali. Saya tetap melakukan bacakilat tapi tidak membuat mind mappingnya.

Yahhhh tapi kalau tidak sampai mind mapping kan tetap tidak dihitung kalau hanya bacakilat menurut pak Agus hahaha … Kalau diingat-ingat mungkin saya sudah ada bacakilat lebih dari 100 buku tapi yang ada mind mappingnya baru 63 buku.

Dengan Bacakilat, sekarang saya sudah bisa menyelesaikan 1 buku sekitar lebih kurang 2 jam. Sempat satu hari saya sangat exciting banget, hari itu saya bisa selesaikan 6 buku dengan mind mappingnya sekaligus. Ide dari buku itu ternyata hampir mirip. Hanya saja bedanya di gaya bahasa dan pemikiran dari penulisnya.

Jadi saya paham pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Setelah itu saya baru bisa simpulkan dalam satu pemikiran inti dari pesan yang ingin disampaikan oleh 6 penulis tersebut.

Saya bisa tuntaskan 6 buku dalam satu hari karena saya ada waktu dan ingin capai target hahaha … Pernah juga selesikan 3 – 4 buku sehari. Tapi kalau sekarang setelah reseat saya rutin selesaikan 2 buku per hari.

Yang saya rasakan setelah membacakilat sekitar 100an buku, bisnis online yang saya bangun bersama suami sudah mencapai banyak hal. Sekarang target kami bisnis ini bisa go internasional.

Mudah-mudahan dalam tahun-tahun depan bisnis kosmetik kami ini sudah bisa go internasional. Karena kami sudah punya brand sendiri dan sudah punya produk hampir 30 jenis.

Brand yang kami gunakan di bisnis fashion adalah Future Is Now. Salah satu produknya adalah jam tangan dan kaos yang kami sedang rintis. Kalau untuk produk kosmetik itu ada DMKS dan Bio Herbal yang mana juga sudah punya puluhan produk tersendiri.

Pemahaman yang saya dapatkan dari buku-buku yang telah saya bacakilat mengubah way of thinking saya dan suami dan kemudian mengubah cara kerja kami agar tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan satu hal. Agar bisa fast moving, kami mengubah manajemen bisnis kami sendiri.

Dari hasil penerapan buku, saya melihat bisnis saya lebih cepat berkembang dibandingkan jika menggunakan cara-cara lama yang sudah diketahui banyak orang.

Setiap saya baca, walaupun suami saya belum sempat mengikuti pelatihan Bacakilat tapi saya selalu menshare isi buku, “Rupanya dari buku ini menjelaskan tentang ini, ini dan ini”.

Kami selalu mendiskusikan apa yang telah saya bacakilat. Jadi diskusinya kami tik tok. Setelah itu setiap ide dari buku yang kami rasa bagus langsung diterapkan di bisnis.

Ide-ide itu bisa dari buku-buku pengembangan diri, manajemen, bisnis, motivasi dan leadership. Karena saya bukan orang marketing tapi saya juga berusaha untuk membaca buku-buku penjualan dan seni argumentasi. Jadi saat suami meeting dengan calon bisnis saya mengerti maksud suami seperti apa.

Saat meeting, dengan melihat postur tubuh orang lain, saya bisa melihat seperti apa karakternya. Jadi isi buku-buku yang saya baca itu sangat membantu sekali. Walaupun selama ini saya hanya berada di belakang meja saat suami melakukan presentasi bisnis.

Salah satu pengalaman unik dari Bacakilat adalah pada saat ngobrol tiba-tiba ada kata-kata yang muncul di pikiran tanpa saya sadari. Setelah saya ingat-ingat ternyata kalimat itu ada di buku yang sudah pernah saya bacakilat. Tapi kalau ditanya penulisnya siapa, saya juga lupa. Tapi yang saya tahu, saya pernah membaca buku tersebut.

Dengan model bisnis online, maka sangat jarang saya bisa in touch langsung dengan customer dan lebih banyak ke karyawan.

Saat saya harus memberi masukan, ide yang sifatnya untuk meningkatkan produktivitas tim, saya bisa langsung memberikan advice kepada tim. “Kenapa tidak melakukan ini, ini, ini.” Advice itu ternyata dari buku. Jadi tanpa sengaja kalimat itu muncul dengan sendirinya.

Selain bisa menyalurkan hobi membaca saya, Bacakilat juga meningkatkan kemampuan saya dalam membaca hasil laporan dengan lebih mudah, mengerti dan bisa mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan hasil kerja lebih bagus seperti yang saya inginkan. Ini membantu saya dalam mengambil keputusan cepat dan tidak menunda.

Kan, terkadang dalam bekerja kita suka menunda mengambil keputusan penting karena banyaknya hal yang harus dikerjakan. Kalau saya tidak. Sekilas saya baca laporan saya langsung ambil keputusan dengan memberikan masukan apa yang harus dikerjakan oleh tim saya.

Itulah beberapa manfaat yang saya dapatkan dari Bacakilat. Bagi teman-teman yang ingin maju, terus bertumbuh menjadi pribadi yang ingin sukses, Anda harus berani mengambil tindakan. Memulai itu memang sulit untuk semua orang. Tapi setelah bertindak dan melewati masa sulitnya, prosesnya akan jadi lebih mudah.

Jika Anda ingin proses membaca Anda menjadi lebih efektif maka yang paling penting Anda lakukan adalah percaya dengan sistemnya. Ikuti saja sistemnya. Jangan terlalu banyak berpikir. Lakukan saja.

Saran saya adalah, terutama bagi teman yang sudah pernah mengikuti workshop Bacakilat, lakukan saja. Buat waktu. Tidak pernah ada waktu yang tepat. Tidak ada waktu yang tepat untuk memulai. Kita tidak tahu kapan waktu yang tepat.

Waktu yang tepat adalah sekarang. Inilah alasan mengapa kami, saya dan suami mengambil logo yang berisi caption, “Future is Now”. Karena Future itu bukan untuk masa depan. Future itu adalah kita memulai langkah kita sekarang.

Makna dari caption itu adalah, kita ingin membentuk masa depan di masa sekarang. Masa depan itu ada di masa sekarang. Jadi harus memulainya dari saat ini, sekarang.

Bagi teman-teman yang belum tahu tentang Bacakilat, sekaranglah saatnya untuk mencari tahu. Tapi yang sudah tahu, segeralah praktek-kin.

Ini seperti orang memakan cabe. Dia tidak akan mampu mendeskripsikan rasa cabe jika tidak dimakan sendiri. Mendengar dari apa kata orang tentu rasanya tidak afdol. Karena itu perlu untuk masuk dan “mencemplungkan” diri sendiri agar tahu bagaimana rasanya.

Apapun yang terjadi, semoga dengan membaca kita bisa membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Dengan membaca kita sendiri pasti akan mendapatkan inspirasi yang luar biasa yang bisa mengubah kehidupan kita.

Sekali lagi, bagi teman yang sudah tahu, praktek lagi. Bagi teman yang belum tahu sekaranglah waktu untuk mencari tahu. Nanti setelah tahu Anda bisa putuskan apakah akan menguasainya atau hanya berhenti di situ saja. Bebas, itu semua ada di tangan Anda.

>