Apakah Anda sering Salah Membeli Buku? Temukan Cerita Alumni Bacakilat yang Tidak Pernah lagi Salah Membeli Buku

Ibu Rahmi yang mengikuti Workshop Bacakilat 3.0 Batch 190 bulan Desember 2017 di Bandung

Saya Rahmi. Berprofesi sebagai penyelenggara umroh dan wisata muslim. Ikut Bacakilat batch 190 di kota Bandung di bulan Desember 2017.

Umumnya, kalau orang suka baca pasti akan beli buku. Saya juga sama, saya juga punya banyak buku. Merasa ada kendala kalau buku yang dibeli hanya dibaca sebentar lalu ditinggalkan begitu saja. Bahkan masih banyak buku-buku yang tersampul plastik, belum saya baca sama sekali. Ini karena kesibukan yang sangat padat dan waktu yang terbatas membuat saya tidak bisa menyelesaikan buku yang sudah dibaca.

Pada saat lihat-lihat status teman di facebook saya mendapat iklan Bacakilat. Dengan judul iklan yang sangat mengena di saya, yang saya ingat saat itu hanya bagaimana Bacakilat bisa membantu saya memahami dan mengerti isi buku dengan cepat.

Iklan itu mengingatkan saya akan buku-buku yang telah saya beli namun belum selesai saya baca. Setelah membaca penjelasan dari apa itu Bacakilat, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti seminarnya.

Pada saat seminar, saya merasa perlu menguasai Bacakilat untuk menuntaskan buku-buku yang sudah saya beli. Karena kesukaan saya membaca buku berubah seketika menjadi hobby beli buku. Padahal yang saya butuhkan adalah ilmu yang ada di buku itu bukan ingin mengoleksi buku tersebut. Dengan alasan itulah saya memutuskan untuk mempelajari Bacakilat.

Hasilnya luar biasa sekali. Kalau dulu untuk menuntaskan 1 buku yang sangat saya sukai bisa selesai sekitar 2 minggu sampai 1 bulan. Kalau bukunya tidak terlalu menarik maka buku itu tidak pernah selesai saya baca dan saya tinggalin saja di rak buku.

Sekarang, dengan Bacakilat, cukup sekitar 2 jam saya sudah bisa menyelesaikan 1 buku dengan pemahaman tinggi. Ini satu pengalaman dan rekor luar biasa yang pernah saya dapatkan dalam membaca buku.

Kalau dihitung-hitung dalam waktu 6 bulan ini (wawancara dilakukan tanggal 16 juli 2018, ed) saya sudah ada bacakilat sekitar 20an buku dan ada 13 buku yang sudah saya buat mind mappingnya. Selebihnya saya pindai jelajahi saja karena sudah paham akan isi bukunya.

Hal menarik yang saya dapatkan dari Bacakilat adalah cara memilih buku yang tepat. Jadi saat mau beli buku saya bisa tahu isi buku itu, apa yang saya bisa dapatkan dan bagaimana saya bisa menggunakan isi buku itu.

Dari pengalaman membeli buku, saya sering temukan antara judul dengan isi itu berbeda. Judulnya apa, isinya apaan? Ga sesuai ternyata.

Sekarang, begitu mau beli buku saya sudah tahu apa yang akan saya dapatkan. Baru baca judul dan halam belakangnya saja saya sudah tahu isi bukunya apaan. Sebelum belajar Bacakilat saya tidak mengerti bagaimana cara memilih buku yang tepat.

Dulu saya pikir judul dan isi bukunya pasti sama. Setelah dibeli dan dibaca saya baru tahu kalau judul dan isinya berbeda. Kalau lihat judul bukunya bagus, saya langsung beli. Kalau sekarang sudah tidak pernah lagi seperti itu. Sekarang saya lihat dulu isinya apa, apakah sesuai dengan kebutuhan saya. Kalau sesuai maka saya beli, kalau tidak, saya tinggalkan. Kan lumayan, bisa hemat uang beli buku yang saya tidak butuhkan juga.

Salah satu hal yang paling saya suka dari Bacakilat adalah saya bisa mengenal dan mengetahui cara berpikir penulis. Saya merasa bisa menjiwai buku tersebut. Rasanya seperti saya yang menulis sendiri buku itu. Saya bisa merasakan alasan penulis menulis buku itu.

Mungkin karena buku-buku yang saya baca lebih banyak pada buku-buku spiritual dan motivasi kali. Tapi saya memang butuh membaca buku-buku seperti itu untuk menunjang karier saya sebagai penyelenggara wisata umroh.

Dengan manfaat dan pemahaman cara membaca saya sekarang, di kantor saya juga sangat merekomendasikan ke teman-teman untuk mempelajari Bacakilat. Saya juga mengajarkan bagaimana cara agar mereka bisa membeli buku yang tepat agar mereka tidak buang-buang uang.

Teman-teman sangat antusias melihat saya bisa menjelaskan isi buku dengan lugasnya dari mind mapping. Mereka sampai berkata, “Wow. Luar biasa”. Mereka sampai minta ke saya untuk mengajarkan caranya ke mereka.

Di sela waktu kosong, saya membagikan beberapa cara membaca yang saya pelajari di pelatihan Bacakilat. Karena pemahaman dan waktu yang terkadang terbatas, saya menyarankan mereka mengikuti seminar dan pelatihan Bacakilat secara langsung kalau ada event di Bandung lagi.

Bagi teman-teman yang ingin meningkatkan diri melalui mengoptimalkan cara membaca Anda maka saya sangat menyarankan untuk Anda mempelajari Bacakilat. Bukan hanya cara membaca saja yang Anda akan dapatkan tapi bagaimana cara menentukan buku yang tepat untuk dibaca juga. Ini akan sangat membantu dalam pemilihan buku serta membantu tujuan membaca Anda.

>